“Bukan melarang tapi membatasi akan hal-hal yang sifatnya terkait dengan quantity. Tapi setidaknya saya memberikan gambaran di sini apabila misal kita melakukan proses peleburan ataupun penambangan 30 ribu ton timah itu, potensi monasit nya itu di kisaran sekitar 1500 an ton monasit,” kata Suhendra.

Potensi tersebut, kata dia bisa negara kembangkan untuk memenuhi kebutuhan dunia. Ketika pilot plan yang telah dirancang ini berhasil dikembangkan dan berjalan, ia berujar Indonesia akan mengambil peran yang sangat strategis untuk pasar global.

“Baru 2 minggu lalu mungkin di akhir Oktober saya menghadiri conference di Sydney yang mana di situ salah satu program acaranya adalah membahas tentang bagaimana potensi REE global. Dan saya cukup excited dan cukup surprise melihat forum di sana,” katanya.

Baca Juga  534 Atlet Pencak Silat IPSI Babel Berlaga di Kejurprov Championship 2025

“Ternyata negara-negara dunia atau di internasional itu sudah memang benar-benar concern melihat potensi LTJ ini untuk dikembangkan. Salah satunya yang saya ikut conference nya atau seminarnya adalah di situ narasumber nya kalau tidak salah Deputi dari Gubernur Bank Uni Eropa,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Deputi dari Gubernur Bank Uni Eropa menyatakan komitmen untuk mendukung bagaimana pengembangan LTJ untuk negara-negara eropa yang beraliansi dengan Australia. Indonesia saat itu disebut bahwa memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk source atau sumber dari LTJ tersebut.

“Kami mungkin sudah sekian tahun itu melihat potensi di kompetensi mining kami saja di timah. Sementara justru sektor LTJ ini sedang hot dan sedang mendunia. Yang mana alhamdulillah kita, Negara Indonesia itu bisa dikatakan negara yang memiliki sumber atau source LTJ terbesar kemungkinan antara kedua atau ketiga di dunia,” jelasnya.

Baca Juga  Bakuda Babel Perpanjang Masa Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Desember 2023