Perajin Terasi di Toboali Resah: Kami Tidak Pernah Mencampur dengan Pewarna dan Pengawet
“Tahap terakhir adalah menumbuk kembali adonan hingga halus dan membentuknya menjadi terasi,” ujarnya.
Menanggapi isu pewarna tekstil, Rusyaden menjelaskan bahwa warna terasi alami memang tidak selalu sama. Menurutnya, warna alami terasi bergantung pada jenis udang dan proses pembuatannya.
Terasi asli Toboali tidak berwarna merah cerah menyala atau terlalu pucat, karena warna tersebut sering kali disebabkan oleh pewarna buatan.
Warna terasi asli Toboali adalah cokelat kemerahan atau kecokelatan yang merupakan warna alami dari pigmen udang atau ikan rebon yang terfermentasi. Secara keseluruhan, warna terasi asli Toboali menunjukkan kualitas bahan baku udang rebon yang segar dan diolah dengan baik.
“Jadi tidak perlu pakai pewarna. Udang itu sendiri sudah memberi warna khas terasi,” ujarnya.
Di tengah kekhawatiran setelah temuan BPOM, ia berharap pembeli bisa lebih cermat menilai terasi yang mereka beli. Terasi asli, jelasnya, tidak akan menghasilkan warna yang terlalu terang atau mencolok.
“Kalau terasi asli, warnanya lembut dan aromanya alami. Itu sudah jadi ciri khasnya,” ucapnya.
Rusyaden juga berharap isu mengenai terasi berbahaya tidak memukul usaha para pengrajin lokal yang masih mempraktikkan cara-cara tradisional dari generasi ke generasi.
“Hanya dengan melihat saja, sebenarnya sudah bisa dibedakan mana terasi murni dan mana yang tidak,” pungkasnya. (RK-SKN)
