Petani Rias Ngeluh: Air Keruh Ancam Tanaman Padi, Diduga Tambang di Hulu Sungai Jadi Penyebab
Ketua GP3A Junjung Besaoh, Tahang, menjelaskan bahwa para petani sudah menyampaikan laporan dan aduan resmi sejak 10 November 2025 kepada instansi terkait. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut atau upaya nyata yang dirasakan di lapangan. Ia menegaskan bahwa petani sangat berharap adanya langkah cepat untuk menghentikan aktivitas tambang di hulu sungai dan memulihkan kualitas air yang masuk ke saluran irigasi.
Tahang juga menekankan bahwa para petani sedang berada pada masa tanam yang menentukan. Jika kondisi air tetap keruh dan bercampur sedimen, potensi kerugian semakin besar karena tanaman bisa berhenti tumbuh atau mati sebelum masuk masa pematangan.
Para petani mendesak pemerintah mengambil tindakan yang tepat dan segera agar lahan pangan di Desa Rias tidak terus terdampak aktivitas pertambangan yang tak terkendali dan agar keberlangsungan musim tanam tahun ini bisa terselamatkan.
