“Kemungkinan akan ada pelatihan  kepada petani untuk penangkaran benih sehingga kita tidak perlu lagi takut kekurangan benih. Ini juga salah satu upaya kita melestarikan sumber daya lokal kita, ke depan anak cucu kita akan selalu ingat bahwa di Kabupaten Bangka ada benih padi yang namanya Raden, Mayang Pasir dan Damel,” ucap Syarli

Terakhir, Syarli mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Kabupaten Bangka yang selama ini telah mendukung dan berdoa untuk kelancaran proses pelepasan varietas padi ladang lokal Bangka.

“Terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat Kabupaten Bangka untuk doa dan dukungannya. Kami tidak akan bisa sampai ke titik ini tanpa dukungan para pihak terutama dari seluruh masyarakat Bangka,” tutur Syarli

Baca Juga  Rindu Balapan Motor, KNPI Babel Gelar Event Youth Fun Road Race 2023

Petani Sambut 3 Varietas Unggul Bangka

Diakuinya 3 varietas padi ladang lokal Bangka oleh Kementan RI disambut gembira oleh para petani padi ladang. Selama ini, untuk memperoleh benih padi lokal mereka harus menyimpan hasil panen  atau meminjam dari petani lain. Hal ini tentunya merupakan kendala yang selalu dihadapi setiap kali tiba musim tanam. Akibatnya bagi petani yang baru mau memulai tanam atau untuk menanam dalam skala luasan besar tidak bisa dilakukan.

Eko, ketua Poktan Tumbuh Harapan Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat mengatakan bertanam padi ladang merupakan kebiasaan yang dilakukan warga Mendo sejak dahulu. Sebagai ketua kelompok, ia pun tiap tahun tidak pernah absen menanam padi ladang, saat ini padi ladang yang ditanamnya adalah varietas Damel.

Baca Juga  Kabupaten Bangka Dipastikan Juara Umum Cabor Tenis Lapangan Porprov VI Babel

“Tiap tahun kami tanam padi ladang dan selalu menggunakan benih lokal. Untunglah, padi lokal kita sudah diakui, kami sangat gembira. Ke depan, teman teman kami yang mau tanam padi ladang, tidak perlu khawatir tidak ada benih,” ujar Eko

Cik Pri, anggota kelompok tani Ilek Jerambah Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat mengatakan saat ini ia sedang menanam padi ladang varietas Mayang Pasir. Setiap tahun jika tidak terkendala adanya benih, maka penanaman padi ladang merupakan rutinitas yang dilakukan setiap tahun.

“Kalau memang padi lokal kita sudah diakui berarti ke depannya kami bisa terus menanam padi ladang. Mayang Pasir ini rasa nasinya enak dan gampang menanamnya, tapi karena kadang benihnya tidak ada makanya saya tidak menanam varietas ini tiap tahun,” tutur Cik Pri

Baca Juga  Tim Islamic Centre Sungailiat Siap Berkiprah di Jambore Pramuka Muslim Dunia

Senada dengan yang lain, Komarudin, anggota kelompok tani Berkah Tani, Desa Puding Kecamatan Puding Besar mengatakan ia juga setiap tahun menanam padi ladang. Saat ini, ia sedang menanam padi ladang varietas Radin seluas 3 ha.

“Kami menyambut baik upaya Dinas Pertanian dalam melestarikan padi ladang lokal kita.  Berita baik, pusat sudah mengakuinya. Karena memang selama ini kita tidak pernah menanam padi ladang yang bukan varietas lokal Bangka. Kalau nanti benihnya banyak, pasti akan kita tanam, mungkin bisa lebih luas lagi penanamannya,” pungkas Komarudin