“Saudara kita di Palestina tidak takut mati syahid kenapa karena mereka percaya Allah SWT selalu ada. Ibu-ibu di Palestina yakin anaknya yang kena bom terbakar kehilangan kakinya mati syahid karena Allah,” katanya kembali

Ruangan yang semulanya ramai berubah hening. Ibu Wakil Gubernur Hellyana yang duduk tepat di samping Abdullah tampak tak bisa menahan air mata.

Ia menyebut cerita Palestina ini menembus hati yang paling dalam.

Bincang santai malam itu tak hanya menjadi diskusi tetapi menjadi ruang empati yang mendalam.

Palestina bukan sekadar berita melainkan rumah bagi anak-anak seperti Abdullah yang masih menyimpan harapan untuk pulang.

Baca Juga  Bangka Belitung Berduka, Profesor Bustami Rahman Tutup Usia