“Pembinaan ini bukan hanya soal memberikan wawasan keagamaan, tetapi juga membantu para mualaf beradaptasi dalam lingkungan sosial dan memperkuat keyakinan mereka. Pemerintah daerah ingin memastikan mereka merasa diterima dan mendapatkan bimbingan yang tepat,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Selain materi keagamaan, para mualaf juga mendapatkan motivasi dari tokoh agama setempat tentang pentingnya menjaga kerukunan dan tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga serta lingkungan sebelumnya.

Kegiatan pembinaan ini rencananya akan digelar secara rutin sebagai bentuk pendampingan berkesinambungan bagi para mualaf di Bangka Tengah.

Baca Juga  Kisah Sekda Bangka Tengah Sugianto yang Masuk Pensiun: 36 Tahun Jadi ASN, Siap Kembali Jadi Petani