Implementasi Panca Cinta dalam Proses Pembelajaran

Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr — Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Kabupaten Bangka Selatan

Dewasa kini, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) merumuskan kurikulum berbasis cinta untuk diimplementasikan di setiap jenjang satuan pendidikan madrasah di seluruh Indonesia. Kurikulum berbasis cinta merupakan kurikulum yang bersendikan lima panca cinta yakni cinta kepada tuhan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan dan cinta kepada bangsa dan negeri.

Kurikulum cinta ini dapat diimplementasikan pada jenjang satuan pendidikan umum misalnya dengan mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam ialah meaningful learning (pembelajaran bermakna), mindful learning (pembelajaran berkesadaran) dan joyful learning (pembelajaran menggembirakan atau menyenangkan.

Baca Juga  Realita Hukum yang Adil di Masyarakat Apakah Sudah Relevan atau hanya Bualan?

Untuk mengimplementasikan panca cinta dalam proses pembelajaran, pendidik mula-mula dapat merumuskan dan membuat skenario lima panca cinta ke dalam sebuah proses pembelajaran. Misalnya, cinta kepada tuhan dapat diimplementasikan dalam sebuah proses pembelajaran melalui kegiatan berdoa sebelum dan setelah proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Cinta kepada diri dan sesama dapat diimplementasikan melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, kampanye anti perundungan atau pembulian, kampanye anti kekerasan seksual, kampanye intoleransi dan kegiatan lainnya. Cinta kepada ilmu pengetahuan dapat diimplementasikan melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual, refleksi pembelajaran dan lain sebagainya.