Pentingnya Integrasi Pendekatan Pendidikan Ekoteologi dalam Proses Pembelajaran
2. Internalisasi dalam Proses Pembelajaran
Pendidikan ekotelogi dapat dilakukan oleh para pendidik dengan menyelipkannya dalam materi pembelajaran. Misalnya pada mata pelajaran IPA, pendidik dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya reboisasi, pentingnya menjaga paru-paru dunia, identifikasi tumbuhan, pemahaman sampah organik dan anorganik dan lain sebagainya. Pada mata Pelajaran PAI, pendidik dapat menekankan bahwa menjaga lingkungan dan melestarikan alam merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT
3. Program Unggulan Satuan Pendidikan
Satuan pendidikan dapat membuat program unggulan dalam rangka meningkatkan pemahaman ekoteologi kepada peserta didik. Program-program tersebut misalnya cinta alam, hemat energi dan lain sebagainya. Satuan pendidikan juga dapat membuat slogan bahwa menjaga dan merawat lingkungan adalah bagian dari iman dan ibadah
4. Kemitraan dan Sosialisasi
Satuan pendidikan dapat bermitra dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pihak desa dan para tokoh masyarakat untuk menanmkan karakter ekoteologi pada peserta didik. Selain itu, satuan pendidikan juga dapat menghadirkan pemateri atau narasumber untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara agama, manusia dan lingkungan
5. Peningkatan Karakter Religius
Salah satu upaya untuk menanamkan pemahaman ekoteologi pada peserta didik adalah dengan meningkatkan karakter religiusitasnya. Jika karakter religiusnya terjaga, maka peserta didik akan senantiasa menjaga hubungan dengan sang pencipta, antarsesama manusia dan lingkungan alam sekitar.
