Selain fokus pada pembangunan fisik kawasan industri, MoU ini juga mencakup rencana pengembangan SDM melalui pelatihan tenaga kerja lokal, pertukaran teknologi, studi kelayakan lingkungan, serta integrasi strategi digitalisasi industri.

Sementara itu, CEO PT Wanxinda Group Indonesia, Mr. Chen Riling, menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan pemerintah daerah dan potensi Belitung sebagai wilayah yang strategis secara geografis dan ekonomis.

Belitung memiliki posisi strategis, akses logistik yang semakin berkembang, serta sumber daya manusia yang potensial. Kami optimistis kerja sama ini akan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan menjadi model industrialisasi baru di tingkat regional, jelasnya.

Kerja sama ini juga tidak terlepas dari peran sejumlah pihak, termasuk tokoh penghubung hubungan investasi Tiongkok–Belitung yang turut memfasilitasi pertemuan, sehingga membuka jalur komunikasi strategis antara investor dan pemerintah daerah.

Baca Juga  Cegah Peredaran Narkotika, BNNP Teken MoU Bersama PWI Babel

Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan serangkaian kajian teknis, penetapan lahan, serta penyusunan Masterplan Industrial Zone akan mulai dilakukan pada triwulan pertama tahun 2026.

Dengan adanya kesepakatan ini, Belitung diharapkan mampu melangkah menuju transformasi ekonomi yang lebih terstruktur, modern, dan berorientasi pada industri berkelanjutan.