Narasumber yang merupakan dosen yang sedang menempuh pendidikan doktoral Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd memberikan pemaparan mengenai strategi penguatan resilien sosial berbasis komunitas.

Beberapa aspek yang disoroti antara lain pentingnya penguatan jejaring sosial antarwarga, peningkatan keterampilan ekonomi alternatif, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas usaha perikanan.

Selama sesi diskusi, berbagai isu strategis mengemuka, seperti kebutuhan pendampingan intensif bagi kelompok perempuan nelayan, perlunya pelatihan diversifikasi usaha, penguatan pendidikan anak pesisir, serta penyediaan akses permodalan yang lebih inklusif.

Peserta juga menyampaikan keinginan untuk memperkuat kelompok-kelompok sosial yang ada, seperti kelompok usaha bersama dan koperasi nelayan.

Kegiatan FGD ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan tinggi, dan komunitas nelayan. Rencana ini mencakup program pelatihan, pendampingan ekonomi, pemberdayaan perempuan, serta penguatan sistem dukungan sosial di tingkat keluarga dan desa.

Baca Juga  Bareskrim Polri Mintai Klarifikasi Perihal Penjualan Tiket Konser Coldplay ke Pihak Penyelenggara

Melalui kegiatan ini, harapannya keluarga nelayan di Desa Ujungalang dapat semakin tangguh dalam menghadapi perubahan sosial maupun lingkungan, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.