Laporan Muri Cs di Ombudsman RI Mulai Masuk Tahapan Pemeriksaan Substantif
“Fakta yang terjadi komisi 1 tidak menyampaikan nilai rangking dari hasil fit and proper tes kepada seluruh calon akan tetapi langsung mengumumkan melalui media online https://wartabangka.id terhadap penetapan 7 calon anggota KPID terpilih periode 2025-2028, dan ini menjadi pertanyaan adanya unsur ketidaksesuaian fakta, transparansi dan tidak akuntabel. Hingga hari ini perangkingan nilai dari panelis belum diterima sama sekali oleh seluruh calon peserta fit and proper tes. Padahal janji mereka usai FPT langsung diumumkan ke peserta, dan 2 hari kemudian dipublish ke media massa. Mana? Sampai sekarang tidak ada itu,” tutur Deddy.
Melihat lamanya proses seleksi dari bulan juni hingga bulan November 2025 dan terjadinya indikasi dugaan maladministrasi yang dapat menciderai nilai-nilai luhur demokrasi dan integritas pansel dan komisi 1 DPRD Provinsi serta konflik internal yang syarat kepentingan, pelapor menganggap penilaian fit and proper tes ini tidak lagi objektif akan tetapi lebih kepada penilaian subjektif.
“Kami calon anggota KPID Babel periode 2025-2028 menyampaikan tuntutan meminta kepada Bapak Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah penyelamatan terhadap citra dan nama baik lembaga ini untuk tidak mengesahkan dan menandatangani surat keputusan calon anggota KPID babel terpilih karena berpotensi melanggar hukum atau dugaan terjadi maladministrasi dan ini sudah kami sampaikan ke pihak Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung,” katanya.
“Kemudian dari permasalahan ini kami juga menuntut untuk dilakukan seleksi ulang dari awal yang dilaksanakan secara transparan, berintegritas sebagai langkah mengembalikan muruah Lembaga KPID bangka Belitung serta kepercayaan publik terhadap seluruh proses tahapan dilaksanakan dengan jujur dan adil. Apabila tuntutan kami ini diabaikan dan tidak dipertimbangkan dengan bijak oleh Bapak Gubernur selaku pemimpin tertinggi di Provinsi Kepualauan Bangka Belitung ini , maka kami akan terus melakukan upaya hukum hingga PTUN dalam memperjuangkan keadilan untuk Bangka Belitung lebih baik kedepan sebagaimana cita-cita para tokoh pendiri provinsi ini dan cita-cita Presiden RI Bapak Prabowo menjadikan bangsa ini bangsa besar berkeadilan sosial dan melindungi segenap bangsa Indonesia,” ucap Deddy.
Peserta lainnya, Miranti ikut bersuara terhadap kekacauan dari proses seleksi kali ini. Menurutnya, maladministras sebenarnya sejak awal tahapan sudah tampak jelas. Salah satunya penunjukan tim seleksi (Timsel) yang tidak melibatkan unsur dari KPI Pusat, yang berujung KPI Pusat mengeluarkan surat pemberitahuan yang pada intinya dapat disimpulkan bahwa seleksi ini berpotensi cacat hukum.
KPI Pusat dalam suratnya Nomor 313/KPI/HM.02.01/06/2025, yang ditandatangani pada 19 Juni 2025 mengatakan pada poin 2:
“Perlu kami ingatkan, bahwa sebagaimana pengaturan mengenai seleksi Anggota KPI diatur dalam Keputusan KPI Pusat Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pedoman Tata Cara Pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia, Tim Seleksi pemilihan Anggota KPI Daerah terdiri atas 5 (lima) orang anggota yang dipilih dan ditetapkan oleh DPRD Provinsi dengan memperhatikan keterwakilan unsur tokoh masyarakat, akademisi/kampus, pemerintah provinsi, dan KPI Pusat,” demikian bunyi surat KPI Pusat yang diterima Miranti Cs.
“KPI Pusat tidak masuk di timsel juga masalah. Kami baru dapat surat dari KPI Pusat setelah FPT selesai dilaksanakan. Kalau tahu dari awal ada surat ini, tentu dari awal kami gugat. Kami pun mengindikasikan atau menduga bahwa seleksi ini hanya formalitas semata, sementara siapa calon jadi sudah disetting. Runutan dari awal sampai akhir FPT, jelas terang benderang menjawab dugaan itu,” tukasnya.
Terakhir, Miranti dan rekan mendesak Gubernur Babel, Hidayat Arsani tidak mengesahkan hasil pleno panelis terkait 7 orang terpilih.
“Kami mohon Pak Gubernur tidak menandatangani SK dari Panelis, tidak juga melantik 7 orang terpilih itu. Dan kami mendesak dilakukan seleksi ulang dari awal tahapan yang dilaksanakan secara transparan, dan disiarkan live di media massa atau media sosial. Itu lebih fair, kalaupun kami gagal kami terima seandainya peserta terpilih memang benar-benar kompeten dan hebat. Yang Saya tidak terima, saya yang ranking satu di Timsel kalah dengan yang ranking 20-an ke bawah. Bahkan saat FPT saya tau persis jawabannya seperti apa. Kalau pun mau adu gagasan ayo, sesama peserta kita berdebat adu visi misi, program dan lain-lain. Terakhir saya sarankan kepada bapak ibu Komisi 1 dan Ketua DPRD Babel untuk mengakui kesalahan mereka ke publik,” katanya.
