Dituding Dalangi Demo di PT Timah, Gubernur Bangka Belitung Laporkan Batara ke Polda
“Saya bilang sah-sah saja demo yang penting jangan anarkis. Tidak ada yang lain. Silakan mau demo ke kantor saya boleh ke PT Timah boleh tapi jangan anarkis, itu saja. Kalau anarkis masuk penjara,” jelas gubernur.
“Katanya saya mendalangi. Saya membiayai mana buktinya. Sudahlah dunia ini saya sudah lewat. Saya ingin berbuat baik dengan rakyat agar makmur, Sejahtera” tambah Hidayat.
Gubernur menyebut, sebelumnya ia dituduh korupsi Rp500 miliar dan orangnya meminta maaf.
“Saya maafkan, karena bapak itu tidak berdosa. Ada yang nyuruhnya. Tapi kalau ini, kembali lagi preman saya dulu. Karena saya ini sudah berbuat baik, ingin Babel ini sirotol mustakim, bukan ribut terus. Mending ngurus rakyat, bagi beras, sembako, ngurus banjir. Ini yang terakhir saya ke sini (polda-red). Kalian mau ngata-ngatai terserahlah yang penting saya bekerja. Demonya juga berhasil, harga timah naik,” jelas gubernur.”
Hidayat Arsani menyinggung dirinya sampai disebutkan sebagai dalang kasus Wagub Hellyana. “Itukan kasusnya lain. Kalau mau minta maaf ke Bu Adel. Ijazah palsu, tidak ada kaitan dengan gubernur. Isnyaflah Batara, jangan jadi provokator. Gak bakal menang lawan pemerintah, apalagi pemerintah yang bersih sekarang ini. Seperti ini kan ada indikasi memecah belah,” tutupnya.
Timelines.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai dengan kode etik dan UU Pers terhadap terlapor.
