Duta Minerba Akui Terpukau Melihat Langsung Fakta Pertambangan Berkelanjutan PT Timah
Senada dengan disampaikan Arina, mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga Universitas Indonesia. Ia mengaku kunjungan hari pertama ke KIP menjadi pengalaman yang tak terlupakan karena untuk pertama kalinya ia harus menyeberang laut untuk melihat operasi pertambangan lepas pantai.
Menurut Arina, kunjungan ke kawasan reklamasi Air Jangkang menjadi titik balik pemahaman dirinya mengenai pertambangan.

“PT TIMAH Tbk itu ngelakuin reklamasi dan lain-lain itu bukan cuman sekedar ke masyarakat tapi juga mempehatikan satwa liar gitu. Di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang saya ngeliatin banyak banget satwa-satwa yang dilindungi dirawat dulu sebelum dilepasliarkan. Ini hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan,” ujarnya.
Arina menegaskan bahwa anggapan di media sosial tentang pertambangan yang hanya merusak lingkungan terbantahkan setelah melihat langsung program reklamasi perusahaan.
“Betul, coba kalian datang sendiri ke Air Jangkang. Semua bisa lihat sendiri proses pemulihan lingkungannya,” tambahnya.
Kedua peserta juga menyoroti dukungan PT TIMAH Tbk terhadap UMKM. Dalam kunjungan ke salah satu mitra binaan pengolahan hasil laut, mereka melihat berbagai fasilitas yang diberikan mulai dari peralatan produksi hingga pelatihan.
Arina menyebut bantuan tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha.
“Aku kaget ternyata UMKM mendapat banyak dukungan, bahkan ada bantuan alat packaging dari pemerintah dan PT Timah. Ini keren banget,” katanya.
“Semoga ke depan PT TIMAH Tbk bisa mengembangkan lebih banyak program positif dan masyarakat Indonesia bisa melihat bahwa pertambangan tidak selalu negatif,” tambah Arina.
Program Duta Minerba Goes to Site menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik pertambangan yang baik. Kesan para peserta ini diharapkan menjadi jembatan informasi agar semakin banyak masyarakat memahami fakta di lapangan mengenai praktik pertambangan berkelanjutan yang dijalankan PT TIMAH Tbk. (*)
