Pada sesi penyuluhan berlangsung dinamis, jauh dari kesan kaku. Tim PKRS dari rumah sakit, yang dipimpin oleh Direktur RSUD Bangka Selatan dr. Helen Sukendy berhasil menciptakan suasana yang nyaman sehingga para siswa berani bertanya tentang topik sensitif.

Salah satu siswa kelas X, Aura Putri Fajrina mengungkapkan perasaannya, “Materi tentang kesehatan mental sangat membantu. Kami diajari bahwa merasa cemas itu wajar dan ada cara yang sehat untuk mengatasinya. Saya jadi tahu ke mana harus mencari bantuan jika mengalami tekanan berat,” ungkapnya.

Sekolah memandang sesi tanya jawab yang aktif ini sebagai indikator keberhasilan.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran dan minat yang tinggi terhadap isu-isu kesehatan pribadi mereka.

Baca Juga  Gemilang di Panggung Seni: SMA Muhammadiyah Toboali Borong 5 Gelar Juara di FLS3N Bangka Selatan 2026

Pihak sekolah juga memfasilitasi sesi ini dengan menyediakan aula yang nyaman serta memastikan seluruh protokol kesehatan dipatuhi.

SMA Muhammadiyah Toboali berharap kegiatan penyuluhan semacam ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Sinergi antara lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan dianggap sebagai model ideal dalam mendukung pertumbuhan generasi muda Bangka Selatan.

“Kami menyambut baik inisiatif dari program ‘RSUD Junjung Besaoh Peduli Edukasi’. Edukasi kesehatan yang diberikan secara langsung oleh profesional medis memiliki dampak persuasif yang lebih kuat bagi siswa. Kami merasa terhormat telah dipilih oleh pihak RSUD Junjung Besaoh sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan penyuluhan kesehatan remaja ini” tambah Supiandi, menutup keterangannya.

Kegiatan ini membuktikan komitmen bersama antara sekolah dan RSUD Junjung Besaoh untuk menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan memastikan para pelajar memiliki pengetahuan esensial untuk menjalani masa remaja yang sehat dan produktif.

Baca Juga  Dosen Sastra Jadi Pembicara di Workshop Literasi SMA Muhammadiyah Toboali