Akan tetapi, imbauan itu akhirnya tak diindahkan sehingga saat patroli pada Rabu (10/12/2025) petugas terpaksa menarik sejumlah ponton yang sudah tidak dijaga dan tak diketahui pemilik. Apalagi, cuaca saat ini juga sedang tidak baik-baik saja di kawasan itu.

“Sangat berbahaya jika ada aktivitas atau ponton yang dibiarkan lego jangkar di daerah itu. Maka lima unit yang kita temui dan tidak ada pemiliknya, kami tarik ke Pos AL terlebih dahulu,” ujarnya.

Lettu Sulaiman berharap para pemilik ponton tersebut segera mendatangi Posal Mentok untuk melakukan klarifikasi. Penarikan ini bukan tindakan penertiban permanen, melainkan upaya pencegahan agar tidak terjadi insiden yang dapat membahayakan keamanan jalur listrik bawah laut maupun pelaku usaha di laut.

Baca Juga  Berbagi di Bulan Ramadhan, PT Timah Tbk Serahkan Paket Sembako untuk Lansia di Bangka Barat

Sulaiman mengingatkan masyarakat pesisir Mentok, khususnya para nelayan dan pemilik ponton, agar tidak melakukan kegiatan apa pun di area perairan yang menjadi jalur kabel listrik bawah laut PLN.

“Kami minta masyarakat tidak beraktivitas di sekitar jalur listrik bawah laut PLN, karena jalur ini menyalurkan listrik ke Bangka Belitung. Keselamatan dan kelancaran pasokan listrik harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Kegiatan patroli dan pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk menjaga keamanan laut, melindungi fasilitas vital nasional, dan memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di perairan Mentok.