Winda menyebutkan, Bahar mengalami luka bakar di bagian tubuhnya saat menolong ayahnya yang tersambar petir. Kapal yang mereka tumpangi karam dan mesin-mesin terbakar.

“Bahar terluka karena menolong bapaknya, dia yang memanggil nelayan lainnya minta pertolongan. Padahal hari itu mereka mengabarkan akan pulang, tapi ternyata ada musibah ini,” ucapnya.

Dirinya bersyukur dan berterima kasih, PT TIMAH Tbk telah memberikan bantuan untuk mendukung pemulihan anaknya. Baginya, bantuan ini sangat berarti untuk mereka. Winda kini harus membesarkan kelima anaknya yang masih kecil-kecil.

“Alhamdullillah, terima kasih sekali atas bantuan dari PT TIMAH Tbk ini, ini sangat berarti bagi kami untuk membantu biaya pengobatan Bahar setelah ke luar dari rumah sakit. Semoga PT TIMAH Tbk sukses terus,” ujar warga Parit Pekir, Sungailiat, Bangka ini.

Baca Juga  Ratusan TI Selam di Suka Damai Kembali Kepung KIP Mitra PT Timah, Diduga Ada "Orang Besar" Jadi Backing

Sementara itu, Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Slamet Riyadi mengatakan Bahar memang sejak dulu pergi ke laut membantu ayahnya. Dirinya bersyukur PT TIMAH Tbk dapat merespon cepat dan membantu biaya pengobatan Bahar.

“Anak ini memang luar biasa membantu ayahnya pergi ke laut, karena kalau perahu pancing ini tidak bisa sendiri. Alhamdullilah hari ini PT TIMAH Tbk merespon cepat dan memberikan bantuan bagi Bahar untuk biaya pengobatan, ini sangat berguna bagi keluarga mereka,” katanya.

Kedepan, Ia berharap, PT TIMAH Tbk dapat terus bersinergi dengan HNSI untuk membantu nelayan baik untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan maupun untuk membantu nelayan yang mendapatkan musibah. (*)

Baca Juga  Dua Karyawan PT Timah Tbk Sumbang Medali Emas di SEA Games 2023 Kamboja