Menurutnya untuk revetment batu disini ada 830 meter, terus ada juga tembok laut menggunakan buis beton itu empat titik kurang lebih 413 meter. Dan air pasang atau gelombang tertinggi di kawasan ini 2,7 meter.

“Bangunan ini 4,5 meter revetment batu dengan timbunan 4 meter, jadi dipastikan aman dan air tidak akan meluap ke jalan raya. Periode ulang masa tutup 16,8 tahun rata-rata siklus tidak akan berubah,” ujarnya.

Ia meyakinkan pembangunan talud ini akan selesai sebelum akhir tahun karena di 2026 sudah dialokasikan pagu Rp 30 miliar untuk menyelesaikan tembok laut di belakang rumah warga dan lanjut ke desa terentang.

“Dalam dua minggu ini pasti akan selesai sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Baca Juga  Simpan 19,03 Gram Sabu, Pria di Desa Padang Baru Dicokok Polresta Pangkalpinang

Sementara, Bupati Bangka Tengah, Algafri Rahman mengatakan kehadiran Gubernur Babel dapat memberi motivasi agar proyek penbangunan ini dapat selesai tepat waktu dan tepat guna.

“Kami yang mengusulkan proyek pembangunan ini sampai ke Provinsi hingga ke Kementrian karena abrasi sudah sangat mengganggu dari pengikisan tanah yang hampir mendekati jalan. Jadi saya minta ke Balai agar segera membangun ini dan kita harap 2026 bisa berjalan lagi sampai ke kurau,” tutup Algafri.*