Oknum Pegawai BPN Babar Diduga Tilap Uang Warga Mentok, Modusnya Bantu Terbitkan Sertifikat Tanah
“Katanya untuk keperluan administrasi dan lain-lain. Jadi saya kirim lagi lewat transfer dan totalnya itu Rp 3.200.000. Dia kemudian berjanji sertifikat ini akan selesai dalam waktu satu bulan. Tapi sampai bulan Desember ini tidak ada kabar sertifikat ini,” ungkapnya.
Ia mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada BPN Babar tempat OL kerja usai merasa diabaikan dan dirugikan. Tapi hingga kini belum ada tindakan tegas atau klarifikasi dari BPN Babar terkait status dan dugaan pelanggaran yang dilakukan terduga pelaku OL.
“Kami sudah lapor ke BPN tapi belum ada respons yang jelas. Padahal uang sudah lama kamu serahkan. Ini tentu sangat merugikan sekali. Mungkin karena ia tidak lama lagi katanya akan diangkat sebagai PPPK, makanya belum ada tindakan,” ungkapnya.
Ia menyayangkan apabila kasus ini tak ada perkembangan dan lolos tanpa sanksi. Tidak ingin berlarut-larut, FD berencana akan melaporkan kejadian penipuan dan atau penggelapan ini ke Mapolres Babar. Dengan harapan agar kepolisian dapat mengusut tuntas.
“Dalam waktu dekat saya akan lapor ke Polres Bangka Barat. Saya tidak ingin berlarut-larut seperti ini tanpa ada kejelasan. Semoga kepolisian nanti bisa mengusut tuntas dan uang saya bisa kembali. Serta praktik calo ini tidak terjadi lagi nantinya,” ujarnya.
