Sementara itu, Kepala DPKP Bateng, Dian Akbarini, menyampaikan bahwa Indeks Ketahanan Pangan Bateng naik menjadi 60,38 pada 2024, meningkat dari 58,62 pada 2023. Dalam tiga pilar penilaian yakni, ketersediaan, akses, dan pemanfaatan seluruh desa dan kelurahan kini berada pada kategori agak tahan, tahan, atau sangat tahan, tanpa satupun yang masuk kelompok rentan.

Meski demikian, beberapa desa masih memerlukan intervensi pada aspek tertentu, terutama terkait rasio tenaga kesehatan dan keterbatasan lahan pertanian akibat pertumbuhan penduduk.

“Upaya yang bisa dilakukan adalah pemanfaatan pekarangan melalui kolaborasi dengan PKK seperti program AKU HATINYA PKK,” jelas Dian.

Ia menambahkan bahwa Bangka Tengah bukan daerah kluster pangan dan memiliki sedikit lahan sawah, sehingga strategi penyediaan pangan ke depan harus disiapkan dengan matang. Penguatan kerja sama antar-OPD juga dinilai penting untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di seluruh wilayah Bateng.

Baca Juga  Masuk Top 10 KIPP Babel 2025, Tiga Inovasi Pemkab Bateng Jalani Verifikasi Lapangan