BI Babel Dorong Kemandirian Pangan, Perkuat Sektor Pertanian dan Perikanan
Pada sesi khusus, peserta mengikuti sharing session bersama Poktan Makmur, salah satu pemenang Klaster Champion nasional tahun 2019 untuk sektor peternakan sapi. Poktan Makmur berbagi pengalaman mengenai strategi penguatan kelembagaan, peningkatan produktivitas ternak, tata kelola usaha, serta langkah-langkah inovatif yang membawa kelompok tersebut meraih pengakuan nasional.
“Peserta memperoleh inspirasi mengenai bagaimana sebuah klaster mampu berkembang menjadi pusat unggulan dengan dukungan manajemen yang baik dan kolaborasi multipihak,” ujarnya.
Selain klasikal, kegiatan ini juga dilakukan study visit ke Koperasi Bina Raya Lestari di Kabupaten Bangka Tengah. Kunjungan ini memberikan wawasan praktis mengenai pengembangan klaster pangan air tawar yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Peserta mempelajari pengelolaan produksi pakan mandiri, budidaya ikan, proses hilirisasi, serta strategi pemasaran berbasis digital,” ujarnya.
Koperasi Bina Raya Lestari menunjukkan bagaimana kekuatan kelembagaan, penerapan SOP budidaya, dan penggunaan teknologi digital farming menjadi kunci peningkatan efisiensi dan daya saing.
Model pengembangan klaster ini diharapkan dapat direplikasi serta menjadi rujukan bagi penguatan kelompok tani dan pembudidaya di Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam kegiatan ini BI Babel berharap peserta mampu mengadopsi praktik budidaya dan manajemen usaha yang lebih modern, memperkuat kelembagaan kelompok, serta membangun rantai nilai pangan yang berdaya saing.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas inflasi pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tutupnya.
Kegiatan yang digelar selama dua hari ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari petani, pembudidaya ikan (pokdakan), koperasi, KWT, PKK, penyuluh, serta perwakilan OPD se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan menghadirkan narasumber dari Universitas Brawijaya, yakni Dr.Mochamad Syamsulhadi serta praktisi pertanian yakni Khamim dan Wito.
**
