Hal senada juga disampaikan oleh EW, warga lainnya. Ia mengaku ikut terlibat saat proses pencarian kru kapal yang sempat dilaporkan hilang. Setelah 1 malam dilakukan pencarian, 1 dari 5 orang Anak Buah Kapal (ABK) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

“Satu dari lima ABK hilang semalaman setelah kapal dihantam badai. Besok paginya baru ditemukan dalam keadaan selamat. Jadi setelah kapal itu tenggelam, warga sekitar sempat diminta membantu mengangkut timah kembali ke darat,” tambah EW.

Ia mengatakan, muatan yang berat itu membuat kendaraan truk pengangkut pasir timah sempat terperosok. Warga lain berinisial AF, ikut membenarkan AHN telah diamankan oleh Tim Satgas Halilintar. AHN diamankan beberapa hari pasca kapal tersebut kandas.

Baca Juga  Begini Kronologi Kasus Pencurian di SDN 3 Mentok

“Penangkapan dilakukan setelah tim memperoleh cukup bukti kuat terkait keterlibatan AHN dalam operasi penyelundupan timah menggunakan kapal kayu tersebut. Barang bukti 7 ton timah ikut disita dari gudangnya,” ujar pria berusia 38 tahun tersebut.

Dirinya menegaskan bahwa informasi mengenai aktivitas penyelundupan yang dilakukan AHN sudah lama beredar di masyarakat. Namun baru kali ini aparat berhasil menangkapnya bersama bukti kuat. Namun ia belum tahu secara detail proses selanjutnya.

“Semua orang sudah tahu siapa yang jadi dalang. Ini tinggal nunggu bukti fisik saja, dan sekarang bukti itu sudah ada. Saya sekarang sedang berusaha mengumpulkan foto-foto saat penyelundupan dan penggerebekan gudang timah itu,” jelas AF.

Baca Juga  Kapolres Bangka Barat Beberkan Peran 5 Tersangka Penyelundupan 11,2 Ton Timah ke Malaysia