Lestarikan Budaya Lokal, Warga Tempilang Bangun Tugu Perang Ketupat
Pembangunan tugu ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Tempilang, Herman, mengaku bangga tradisi yang selama ini dijaga turun-temurun kini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami sebagai warga sangat senang. Perang Ketupat ini sudah ada sejak zaman orang tua kami dulu. Dengan adanya tugu ini, tradisi kami jadi lebih dihargai dan dikenal orang luar,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Sulaiman, yang berharap keberadaan tugu dapat menjadi daya tarik wisata budaya di Tempilang.
“Mudah-mudahan ke depan Tempilang makin ramai dikunjungi wisatawan. Tradisi kami tetap lestari, ekonomi warga juga bisa ikut bergerak,” ujarnya.
Tradisi Perang Ketupat biasanya dilaksanakan dua pekan sebelum Ramadan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Selain ritual utama, kegiatan ini juga diramaikan dengan doa bersama dan kesenian tradisional yang mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta kebersamaan warga Tempilang.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap pembangunan Tugu Perang Ketupat dapat menjadi landmark budaya sekaligus penguat identitas daerah berbasis kearifan lokal.
