Menurutnya, proses pembuatan ponton dilakukan secara gotong royong oleh nelayan dan tenaga lokal. Sehingga nantinya persoalan pendangkalan ini biasa diatasi bersama.

“Kami sudah lakukan pengerukan menggunakan ekskavator, tapi itu tidak bisa terus-menerus standby. Dengan adanya ponton ini, pendalaman dan perawatan muara bisa kami lakukan sendiri dalam jangka panjang,” jelas Oman.

Menurutnya, pembangunan ponton ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga bantuan dari PT TIMAH Tbk ini sangat berarti bagi mereka untuk bisa melanjutkan pembangunan ponton.

“Dengan ponton ini, alur keluar masuk kapal nelayan ke depan akan jauh lebih baik. Kami optimistis walaupun bertahap, selama ada dukungan dan semangat bersama, muara yang jadi jalur ke luar dan masuk ini bisa terawat,” tambahnya.

Baca Juga  PT Timah Bantu Atasi Stunting di Bangka Selatan

Dirinya mengapresiasi PT TIMAH Tbk yang secara konsisten mendukung aktivitas kelompok nelayan, dirinya berharap PT TIMAH Tbk dapat terus mendampingi masyarakat pesisir melalui berbagai program kemitraan dan kepedulian sosial.

“Mudah-mudahan PT TIMAH terus maju, jaya selalu, dan tetap hadir membantu nelayan serta masyarakat,” tutupnya. (*)