Dari Reklamasi hingga Mangrove, PT Timah Dorong Pemulihan Lingkungan Berkelanjutan
Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekosistem laut, meningkatkan populasi ikan, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT TIMAH Tbk telah menenggelamkan sebanyak 1.920 unit artificial reef hingga kuartal tiga tahun 2025. Perusahaan telah merestocking kepiting bakau sebanyak 1000 ekor dan ribuan cumi.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem pesisir, PT TIMAH Tbk secara rutin melaksanakan penanaman mangrove di berbagai wilayah pesisir. Mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat alami bagi berbagai jenis biota laut.
Kegiatan penanaman mangrove ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, komunitas lingkungan, serta pemangku kepentingan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan mengatakan perusahaan berkomitmen untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“PT TIMAH Tbk melaksanakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, salah satunya reklamasi yang dilakukan di darat dan laut. Program reklamasi dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat,” katanya.
Pelibatan masyarakat dalam kegiatan reklamasi merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan, seperti agroforestri dan ekowisata yang dilaksanakan di Kampoeng Reklamasi Selinsing berkolaborasi dengan BUMDEs Selinsing.
Melalui reklamasi darat dan laut serta pelestarian mangrove, PT TIMAH Tbk berupaya menyeimbangkan kegiatan operasional dengan pelestarian lingkungan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan generasi mendatang. (*)
