Keberhasilan Agasi menjadi fully funded sangatlah istimewa, mengingat proses seleksi yang dilakukan secara berlapis dan komprehensif. Mulai dari seleksi administrasi, Focus Grup Discussion (FGD) yang menguji kemampuan analisis dan pemecahan masalah terhadap studi kasus kebijakan publik yang kompleks, kemudian wawancara mendalam yang menguji visi jangka panjang, komitmen, dan integritas. Terakhir merupakan tahap final yaitu LGD top 12, dalam sesi Leaderless Group Discussion (LGD) yang ketat, Agasi harus bersaing dengan 11 kandidat terbaik lainnya. LGD ini mengukur kemampuan leadership kolaboratif, manajemen waktu, dan sintesis ide dalam tim untuk mencapai konsensus.

Membawa Misi Pertukaran Pengetahuan dan Kepemimpinan

“Saya sangat bersyukur dan suatu kehormatan atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh GoldNation. Proses seleksi yang panjang ini mengajarkan saya bahwa komitmen dan visi jangka panjang jauh lebih penting daripada sekadar ide canggih“, ujar Agasi. “Di Bangkok nanti, saya akan fokus pada pertukaran wawasan, memastikan pengetahuan yang saya dapatkan mengenai model implementasi teknologi dan kebijakan dapat dibawa kembali dan diamplifikasi untuk kemajuan pemuda dan komunitas di Indonesia, terlebih lagi Bangka Belitung.“

Baca Juga  Membanggakan! Khoiril Imam, Hafiz Quran asal Babel Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko

Keberhasilan Agasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia lainnya untuk berani mengikuti program internasional, membuktikan bahwa komitmen dan ketekunan adalah kunci untuk meraih kesempatan global.