Data yang dikumpulkan dari masyarakat, akademisi, dan pemerhati lingkungan menunjukkan bahwa Pulau Gelasa memiliki sejumlah kelemahan mendasar untuk pembangunan reaktor nuklir, termasuk abrasi pantai yang terus meningkat, akses evakuasi terbatas, serta ketergantungan warga pada sektor perikanan yang rentan terganggu oleh aktivitas industri nuklir.

Tokoh masyarakat Bangka Tengah Bung Dodoy mengaku warga hanya menerima informasi sepihak. “Kami tidak tahu bagaimana mitigasi bencananya, bagaimana pengelolaan limbahnya, dan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kebocoran. Semuanya belum jelas,” ujarnya.

Kami juga mendapatkan info bahwa hari ini, Selasa (16/12/2025) pihak PT Thorcon Power Indonesia akan melakukan audiensi FGD ke DPRD Bangka Tengah bersama Pemda. “Kami berharap pihak DPRD mengundang tokoh masyarakat dan organisasi yang dan di Bangka Tengah, ” ujar bung Dodoi.

Baca Juga  Pemkab Bateng Mou dengan PT ThorCon Power Indonesia, Tahapan Pembangunan PLTN di Pulau Gelasa

“Analisis internal menunjukkan potensi perubahan suhu laut akibat sistem pendingin reaktor, yang dapat menurunkan populasi ikan dan menghancurkan terumbu karang. “Risiko ekologinya terlalu besar untuk sebuah pulau kecil,” ujarnya.

Kemudian, Bung Dodoy yang juga menyatakan menyatakan penolakan tegas dan menuntut pemerintah membuka seluruh dokumen kajian ke publik sebelum rencana ini dilanjutkan.

Di lain pihak, pantauan media ini, Selasa 16 Desember 2025 pukul 10.00 WIB banyak spanduk terbentang sepanjang jalan Soekarno Hatta II atau jalan Koba yang bertuliskan yakni Siapa itu PT Thorcon? Apa itu PLTN?  PT Thorcon Jangan Bohong Soal 85% setuju PLTN; dan Usir PT Thorcon dari Bangka Tengah, Spanduk tersebut mengatasnamakan GEREM Bateng.

Baca Juga  Gandeng Kejari, LBH Milenial Peduli Bateng Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak

Diketahui, Selasa (16/12/2025) PT Thorcon Power Indonesia (TPI) datang ke Bangka Tengah mengikuti audiensi FGD bersama pemerintah daerah, beberapa OPD terkait, Camat Lubuk Besar, Kades dan BPD se- Kecamatan Lubuk Besar.

M Iwan, salah satu tokoh masyarakat Pangkalan Baru menegaskan kecewa dengan publikasi oleh pihak PT Thorcon bahwa masyarakat Bateng setuju 85 PLTN. “Kita akan mendatangi pihak yang menyebut itu, kita pertanyakan.”

“Sebagian masyarakat diam karena tidak tahu apa itu PLTN, yang mereka tahu sangat berbahaya dan kahwatir. Jika Thorcom klaim 85℅, kita mulai bikin gerakan dan tolak PT Thorcon di Bangka Tengah yang akan bangun PLTN, ” ujarnya dengan tegas.

Baca Juga  Masyarakat Kurang Menerima Pembangunan PLTN di Bateng, PT Thorcon Jangan Terlalu Jauh Melangkah 

Lanjutnya, kalau Thorcon masih bandel dan ngeyel tetap tidak sosialisasi, kita usir saja. Ini daerah tanah kelahiran kita, jangan seenak perutnya saja.