Desa Semulut dan Kelurahan Sungaibaru Dinobatkan Kawasan Terbersih di Bangka Barat
Keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan keberlangsungan pembangunan berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, mulai dari persoalan sosial kemasyarakatan hingga isu-isu strategis lainnya.
Ia mengajak seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi di wilayah masing-masing. Hal ini dinilai penting agar setiap kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan selaras serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Lomba Desa dan Kelurahan Bersih Tahun 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis pemerintah daerah untuk menumbuhkan kepedulian kolektif masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Akan tetapi harus menjadi budaya bersama yang dimulai dari keluarga, lingkungan RT/RW, hingga desa dan kelurahan. Melalui lomba ini, ia harap dapat mewujudkan masyarakat yang religius dan sehat,
“Bahagia, berbudaya, produktif, serta peduli terhadap lingkungan. Penilaian lomba mencakup berbagai aspek, seperti kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, fasilitas layanan publik, hingga penguatan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Markus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh desa dan kelurahan yang telah berpartisipasi aktif dalam lomba desa dan kelurahan bersih tahun ini. Ia berharap capaian yang diraih tidak berhenti pada ajang penilaian semata, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Markus berharap melalui kegiatan ini serta rapat koordinasi yang dilaksanakan dapat terbangun kesepahaman bersama dan penguatan koordinasi strategis dalam mendukung pelaksanaan program nasional maupun daerah di Kabupaten Bangka Barat.
