Memeluk Keharuman Leluhur: Kisah Menakjubkan Bunga Kenanga dalam Sulaman Emas Cual Maslina
Memeluk Keharuman Leluhur: Kisah Menakjubkan Bunga Kenanga dalam Sulaman Emas Cual Maslina
Oleh: Eka Sulistia Wati — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Selamat datang di sebuah narasi yang terukir di selembar kain. Ini adalah kisah mengenai bunga yang harumnya tak lekang oleh waktu, sebuah ciptaan yang terinspirasi dari kitab kuno, keindahan yang suci, dan warisan yang harum. Inilah Cual Maslina, kain yang menjadi kebanggaan daerah Bangka Belitung, menyimpan keajaiban dalam pola yang ada Bunga kenanga (Cananga odorata). Cual ini bukan hanya kain mahal ia merupakan monumen hidup yang mencerminkan pertemuan dua kebudayaan besar, Melayu dan Tionghoa, di pulau timah. Setiap benangnya mencakup sejarah, estetika, dan keyakinan spiritual.

(Gambar a. Motif bunga kenanga pada kain cual Maslina )

(Gambar b. Bunga Kenanga)
Terinspirasi oleh kitab kuno yang kemudian dikembangkan oleh Ibu Maslina , motif kenanga (Gambar a) ini lahir dari refleksi filosofis yang mendalam. Bayangkan, sumber inspirasinya
bukan berasal dari tren sementara, melainkan dari kedalaman sejarah dari pesan dalam kitab kuno yang merupakan warisan kebijaksanaan nenek moyang serta pengalaman inderawi yang sangat otentik aroma harum yang khas dari bunga kenanga itu sendiri . Bunga kenanga dijadikan fokus utama karena secara universal melambangkan kesucian dan keindahan.
