Efrianda juga menyoroti peran ibu di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Ia menilai, meskipun pola pengasuhan mengalami perubahan seiring kemajuan teknologi dan sosial, kasih sayang seorang ibu tetap tidak tergantikan.

“Kalau melihat kondisi sekarang memang berbeda dengan dulu. Dulu anak-anak sering dipeluk, sekarang mungkin tidak sesering itu. Namun yakinlah, ibu selalu berusaha menyesuaikan diri dengan zamannya. Kasih sayang ibu tidak akan pernah habis,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa ibu adalah pahlawan sejati dalam keluarga yang kerap berjuang tanpa pamrih dan tanpa sorotan. Oleh karena itu, peringatan Hari Ibu diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk meningkatkan penghormatan, kepedulian, dan bakti kepada ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Pastikan Perayaan Imlek Aman, Kapolres Bangka Tengah Cek Kelenteng di Koba

“Bagi saya, ibu adalah pahlawan. Pengorbanannya tidak bisa diukur dengan apapun. Mari jadikan Hari Ibu sebagai pengingat untuk selalu berbuat baik dan membahagiakan ibu kita,” pungkasnya.