“Hasil tangkapan sering kali tidak mencukupi untuk membeli jaring baru karena harga alat tangkap lebih mahal dibandingkan hasil tangkapan, sementara penghasilan nelayan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Bantuan jaring udang akan dibagikan kepada seluruh anggota kelompok, di mana masing-masing nelayan akan menerima tujuh unit jaring untuk menunjang aktivitas melaut.

“Jaring ini nanti dibagikan ke anggota kelompok. Harapannya hasil tangkapan bisa lebih banyak karena jaringnya masih baru. Kalau jaring baru, hasilnya tentu lebih maksimal,” tambah Dedi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT TIMAH Tbk terhadap nelayan tradisional dan berharap dukungan tersebut dapat berlanjut melalui sinergi dan program pemberdayaan nelayan yang berkelanjutan.

Baca Juga  PT Timah Setor Pajak dan PNBP Rp1 Triliun untuk Pembangunan Nasional

“Kami berharap ke depan ada kepedulian yang terus berlanjut untuk kelompok nelayan, tidak hanya bantuan alat tangkap, tetapi juga program pemberdayaan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, PT TIMAH Tbk kerap mendukung pemberdayaan masyarakat kelompok pesisir termasuk nelayan. Salah satunya bantuan untuk kelompok nelayan berupa alat tangkap, bantuan untuk nelayan yang mengalami kecelakaan laut, dan juga bantuan jaminan sosial bagi kelompok nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan. (*)