25 Tahun Bangka Belitung, Gubernur Hidayat Arsani Ajak Bangun Daerah dengan Kebersamaan
“Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka pada kalender, tetapi momentum introspeksi untuk memperbaiki diri dan membangun Bangka Belitung yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan bahwa usia seperempat abad merupakan fase penting dalam perjalanan Bangka Belitung. Berbagai tantangan dan dinamika telah dilewati, namun dengan persatuan, kebersamaan, dan doa seluruh masyarakat, Bangka Belitung terus tumbuh menjadi daerah yang semakin maju, damai, dan berdaya saing.
Acara dimulai dengan sholat maghrib berjama’ah, dilanjutkan dengan doa dan dzikir bersama, sholat isya berjama’ah serta pemberian bantuan sosial.
Sebagai wujud nyata kepemimpinan yang peduli dan berpihak kepada masyarakat, pada kesempatan tersebut Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, antara lain bantuan kepada 200 anak yatim/piatu, beasiswa pendidikan bagi 788 mahasiswa, bantuan sosial kesehatan kepada 148 orang, serta bantuan kepada 250 marbot, pemuka agama Islam, dan pemuka agama nonmuslim.
“Inilah bentuk tanggung jawab kami. Akan kami perjuangkan semaksimal mungkin yang terbaik dan memuaskan. Jika kami keliru dalam memimpin, mohon ditegur. Semoga Allah SWT senantiasa bersama kita,” tutup Gubernur.
Kegiatan Dzikir dan Doa Bersama ini menjadi penanda penutup refleksi akhir tahun 2025 sekaligus penguat tekad bersama untuk melanjutkan pembangunan Bangka Belitung ke arah yang lebih baik di usia 25 tahun, dengan kepemimpinan yang mengedepankan nilai religius, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimda Babel, unsur vertikal, pejabat struktural Pemprov Babel beserta ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.*
