Cegah Bullying dari Rumah, Mahasiswa Doktor PAI UMM Rokayah Gelar PKM Bersama DPD Al Hidayah dan PKK Pangkalpinang
Ia menekankan pentingnya peran ibu dalam menjaga lisan, terutama saat berkomunikasi dengan anggota keluarga. Menurutnya, kata-kata yang diucapkan orang tua, baik kepada suami maupun anak, memiliki dampak psikologis yang besar.
“Saya sudah melakukan semacam kuesioner, hasilnya 80% dari ibu-ibu di Pangkalpinang ini tanpa ia sadari berkata-kata yang telah menyakiti hati atau perasaan anaknya,” ungkap Rokayah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahaya dari kekerasan verbal yang tidak terkontrol. Rokayah mencontohkan sebuah kasus yang baru-baru ini terjadi di Medan, di mana seorang anak tega membunuh ibunya karena tidak tahan melihat sang ibu kerap memarahi ayahnya.
Founder Khoiru Ummah Bangka Belitung itu juga menegaskan bahwa bullying tidak hanya terjadi di media sosial, sekolah, atau lingkungan luar rumah, tetapi sering kali justru bermula dari dalam keluarga tanpa disadari oleh orang tua.
“Bullying paling awal sering terjadi bukan di sekolah tapi di rumah. Kadang tanpa sadar, melalui ucapan yang merendahkan, gertakan, membanding-bandingjan dengan anak lain dan julukan yang dianggap bercanda, padahal lisan orang tua bisa menjadi doa tapi juga bisa menjadi luka,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Rokayah berharap para ibu semakin menyadari pentingnya membangun komunikasi yang sehat, penuh empati, dan bernilai islami dalam keluarga.
“Ini sebagai langkah awal mencegah perundungan sejak dari rumah,” tukasnya. (*)
