Ia berharap pejabat Administrator dan Pengawas yang baru dilantik mampu menjadi penghubung yang baik antara pimpinan dan staf, menjaga disiplin serta etika ASN, menunjukkan kepemimpinan yang memberi teladan, mengelola program secara efektif, efisien, dan akuntabel, serta cepat beradaptasi dengan tantangan baru, terutama digitalisasi birokrasi.

Terkait rotasi dan mutasi jabatan, Markus menjelaskan bahwa proses tersebut telah melalui berbagai pertimbangan dan memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara.

 

“Ini bukan sekadar pengisian kekosongan jabatan, tetapi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas kerja, menyegarkan organisasi, serta membuka ruang percepatan dan inovasi di setiap perangkat daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Markus mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan publik terhadap kualitas pelayanan, perkembangan teknologi, serta dinamika regulasi.

Baca Juga  Begini Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan di Mentok

Oleh karena itu, ia meminta para pejabat bekerja dengan arah yang jelas sesuai RPJMD dan visi misi kepala daerah, serta membangun koordinasi lintas bidang secara aktif.

Menutup arahannya, Bupati Markus menegaskan bahwa pejabat Administrator dan Pengawas memiliki peran strategis sebagai jembatan antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.

“Saya ingin saudara semua tidak hanya hadir secara struktural, tetapi benar-benar fungsional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bangka Barat,” pungkasnya.