“Evakuasi dilakukan secara intensif selama dua hari oleh ketua RT, aparat desa, Bhabinkamtibmas, serta dibantu warga sekitar,” tambahnya.

Hingga kini, sekitar sembilan rumah dilaporkan belum dapat ditempati karena kondisi peralatan rumah tangga yang rusak dan belum layak digunakan. Para penghuni sementara mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Perlang Brigpol Zuhri menyatakan pihaknya terus memantau debit air Sungai Nadi. Meski kondisi air mulai surut seiring menurunnya intensitas hujan, warga tetap diminta waspada.

“Kemarin air hampir melampaui jembatan Nadi. Sekarang sudah surut, tetapi cuaca masih ekstrem. Kami terus berkoordinasi dengan RT untuk langkah evakuasi jika air kembali naik,” tegasnya.

Baca Juga  Danau Pading Masih Jadi Destinasi Wisata Unggulan Bangka Tengah di Tahun 2024

Respons cepat aparat desa dan kepolisian mendapat apresiasi dari warga. Malikyono, salah satu warga terdampak, mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas di tengah kondisi darurat.

Selain itu, warga juga menyambut baik langkah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bangka Tengah yang telah melakukan survei lokasi siring (drainase) dan plat duiker di wilayah Dusun Nadi.

“Kami berharap pembangunan siring segera direalisasikan agar air dari jalan tidak langsung masuk ke rumah saat hujan deras kembali turun,” harap Malikyono.