“Sering ada yang nolak membuat aksi dan narasi penolakan. Tapi gak lama, diduga udah dapat duit sudah diam. Jadi yang tadinya menggadang gadangkan penolakan warga malah hanya mencari keuntungan saja,” ungkapnya.

Kata dia, sebagian warga yang merasakan imbasnya hingga saat ini masih menolak. Namun memang ada sebagian warga yang mendukung lantaran mendapatkan aliran dana dari aktivitas tersebut.

“Yang mendukung itu yang kecipratan uang uang dari tambang. Tidak semua masyarakat mendapat karena merasa imbas dan uang tersebut tidak sebanding,” jelasnya.

Aktivitas penambangan ini memang sejak 3 bulan lalu marak. Tambang tambang inkonvensional berjenis Tower dan Sebuh berjumlah puluhan unit hingga suaranya membuat gaduh hingga ke pemukiman warga.

Baca Juga  Angga Dexora: Laporkan ke Pertamina jika Ada Penolakan Pengisian Pertalite

“Kemarin sempat terhenti karena katanya ada razia peti. Tapi sejak tanggal 2 Januari kemarin mulai kembali beraktivitas,” keluhnya.

Dirinya berharap aktivitas tambang disekitar Muara Nelayan 1 dan 2 ini segera diakhiri lantaran lebih banyak menyengsarakan masyarakat dan tidak mengantongi izin tambang.