Dia mengatakan, pola pencarian digelar sejajar agar area dapat tercover maksimal. Selain penyisiran laut, tim SAR juga menyebarkan informasi melalui e-broadcast pada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar ikut membantu memantau di laut.

“Partisipasi masyarakat maritim jelas penting dalam operasi pencarian di perairan terbuka. Kami imbau kepada para nelayan atau kapal yang melintas di sekitar Laut Berang-Berang agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar dia.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari rescuer USS Mentok. Pos TNI AL Mentok, Polairud Polres Bangka Barat, Ditpolairud Polda Babel, BPBD Bangka Barat, relawan, aparat desa, nelayan setempat hingga para keluarga dan kerabat korban.

Baca Juga  Ditemukan Nelayan Sungailumpur, Begini Kondisi Firdaus yang Hilang di Laut Air Menduyung

Seluruh unsur bekerja terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dari arah barat laut dan tinggi gelombang berkisar 0,8 meter.

Meski relatif aman, tim SAR tetap meningkatkan kewaspadaan selama operasi berlangsung. Fajar Permana menegaskan, apabila korban berhasil ditemukan, proses evakuasi akan segera dilakukan menuju RS Bakti Timah Muntok untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami akan terus melakukan upaya maksimal sampai korban ditemukan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar operasi SAR ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.