7 Hari Nihil, Tim SAR Tutup Operasi Pencarian M Adnan
“Kami juga melakukan pemapelan kepada kapal dan nelayan sekitar agar apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban dapat segera melaporkan ke tim SAR,” jelasnya.
Menurut Fajar, terdapat sejumlah faktor yang menjadi kendala utama selama operasi berlangsung, di antaranya lokasi awal korban hilang yang tidak diketahui secara pasti serta jeda waktu sekitar 12 jam sejak kejadian hingga laporan diterima oleh petugas.
“Dengan area pencarian yang sangat luas dan waktu yang cukup lama sejak kejadian, probabilitas penemuan korban menjadi semakin kecil,” tambahnya.
Korban yang dicari diketahui bernama M. Adnan Sahid (67), warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok. Saat dilaporkan hilang, korban mengenakan baju hitam dan celana hitam. Hingga operasi SAR ditutup, korban masih dinyatakan hilang.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain rescuer Pos SAR Mentok, TNI AL, Polairud, BPBD, relawan, aparat desa, nelayan setempat, serta pihak keluarga. Sejumlah sarana pendukung seperti kapal, RIB, alat komunikasi, dan peralatan medis juga dikerahkan selama pencarian.
Meski operasi SAR resmi ditutup, pihak SAR menegaskan pemantauan di perairan tersebut tetap dilakukan.
“Jika di kemudian hari ada informasi valid terkait keberadaan korban, maka operasi SAR akan segera dibuka kembali,” pungkas Fajarm
