Oleh: Dio Saputra – Mahasiswa Unviversitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Burung cenderawasih bukan sekadar satwa endemik Papua yang memesona secara visual. Ia adalah penanda identitas, simbol kehormatan budaya, sekaligus cerminan kesehatan hutan tropis Papua. Sayangnya, keindahan dan makna yang melekat pada burung surga ini justru menjadikannya rentan terhadap eksploitasi. Perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat perlahan tetapi pasti menggerus keberadaan cenderawasih di alam liar.

Dalam kehidupan masyarakat Papua, cenderawasih memiliki kedudukan yang jauh melampaui nilai ekonomis. Bulu dan keberadaannya dimaknai sebagai simbol kebijaksanaan, status sosial, serta hubungan spiritual dengan leluhur. Di beberapa komunitas adat, burung ini bahkan diperlakukan sebagai makhluk sakral yang tidak boleh diperlakukan sembarangan. Oleh karena itu, hilangnya cenderawasih bukan hanya kehilangan spesies, tetapi juga luka kultural yang mengancam kesinambungan nilai-nilai lokal Papua.

Baca Juga  Kabar Duka, Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Meninggal Dunia

Di sisi lain, secara ekologis cenderawasih memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan hutan. Sebagai pemakan buah dan serangga, ia berkontribusi dalam penyebaran biji dan regenerasi vegetasi hutan. Kehadirannya sering menjadi indikator bahwa suatu kawasan hutan masih berada dalam kondisi baik.