Sepanjang 2025, DBD di Bangka Tengah Capai 311 Kasus, 6 Orang Meninggal Dunia
Zaitun menambahkan, hingga awal tahun 2026 ini belum ditemukan kasus kematian baik akibat DBD maupun malaria di Bangka Tengah.
“Yang baru bisa kita sampaikan saat ini adalah data tahun 2025, di mana terdapat enam kasus kematian akibat DBD. Angka ini hanya sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Untuk sebaran kasus DBD, Zaitun menyebut hampir merata di enam kecamatan di Bangka Tengah, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah Koba dan Sungaiselan.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Bangka Tengah terus mengintensifkan penerapan 3M, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air serta barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Upaya pencegahan DBD kita maksimalkan melalui 3M. Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus kita perkuat di masyarakat,” pungkas Zaitun.
