BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Warga Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat mengalami kesulitan di dalam mendapatkan gas elpiji 3 kilogram yang disubsidi oleh pemerintah. Hal tersebut disampaikan Maryati, seorang ibu rumah tanggal asal Desa Belolaut.

Dia mengaku hanya mendapatkan satu tabung setiap dua pekan. Akibatnya, tak jarang wanita 46 tahun itu, harus memasak menggunakan kayu bakar. Dia berharap pemerintah dapat mengawasi dan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk memasak.

“Sempat tidak ada gas dirumah sekitar dua hari, karena bukan jadwal kita kan. Jadi terpaksa makai kayu bakar. Harapannya semoga normal, biar tidak ada kesulitan,” ucapnya saat dimintai konfirmasi sejumlah awak media pada Kamis (22/1/2026) di Mentok.

Baca Juga  3.406 Pemilih Pemula di Babar Belum Miliki e-KTP

Maryati menyampaikan membeli gas seharga Rp 20.000 per tabung 3 Kg tak mempermasalahkan hal itu meskipun melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebenarnya harga tersebut dijual Rp18 ribu, uang yang dia serahkan Rp20 ribu. Namun sisa uang tidak dikembalikan.

“Kami beli gas elpiji ini 18 ribu. Tapi ngasih uang 20 ribu per tabung. Mungkin karena tidak ada kembalian, yang penting ada gas. Semoga kondisi ini cepat diatasi pemerintah, susah juga kita masak untuk sehari-hari di rumah,” ujar Maryati.