Oleh: Arif Rahman Hakim
Mahasiswa Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam
Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Bumi Laskar Pelangi bukan sekadar julukan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia adalah identitas, cerminan kekayaan alam, budaya, dan semangat masyarakatnya yang tumbuh dari pesisir hingga pulau-pulau kecil. Namun hari ini, Bumi Laskar Pelangi tengah berada di persimpangan antara mempertahankan jati diri dan menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Bangka Belitung dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Laut yang kaya, pulau-pulau indah, serta budaya lokal yang kuat menjadi modal besar untuk pembangunan berkelanjutan. Pariwisata,perikanan, dan ekonomi kreatif sebenarnya dapat menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal dan berkeadilan.

Baca Juga  Timah dan Masyarakat Bangka: Unmuh Babel Tawarkan Solusi Damai di Tengah Ketegangan

Di sisi lain, tantangan lingkungan menjadi persoalan yang semakin nyata. Kerusakan ekosistem laut, degradasi lahan, serta persoalan sampah dan tata kelola ruang menjadi catatan penting yang tidak bisa diabaikan. Jika tidak ditangani dengan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan, kekayaan alam yang selama ini menjadi kebanggaan justru dapat berubah menjadi beban bagi generasi mendatang.