“Harapannya, Trasi ini bisa menjadi momentum kebangkitan offroad di Bangka Selatan. Dulu sangat ramai, sekarang mulai redup, dan ini saatnya kita hidupkan kembali,” katanya.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan adanya wacana untuk mendorong Bangka Selatan menjadi tuan rumah event trabas berskala internasional. Gagasan tersebut telah dibahas bersama Bupati Bangka Selatan serta tokoh offroad Bangka Belitung, Om Zakir.

“Kalau ke depan ada peluang dan komunikasi yang baik, insya Allah Bangka Selatan kita dorong menjadi tuan rumah event trabas internasional,” ungkapnya.

Ia optimistis, penyelenggaraan event trabas adventure berskala nasional hingga internasional dapat mengangkat nama Bangka Selatan ke kancah global, mengingat komunitas offroad tidak hanya tersebar di Bangka Belitung, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

Baca Juga  Polres Basel Berikan Surprise di HUT ke-79 TNI: Sinergitas TNI-Polri Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada

Sementara itu, Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, mengatakan Trasi PWI merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan HPN 2026 dan HUT ke-23 Kabupaten Bangka Selatan. Selain menjadi ajang olahraga ekstrem dan silaturahmi komunitas, event ini juga berdampak positif terhadap promosi daerah.

“Trasi bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana promosi Bangka Selatan. Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah tentu berdampak langsung pada sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujar Dedy.

Ia berharap kegiatan Trasi dapat digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus memperkuat citra Bangka Selatan sebagai destinasi sport tourism dan adventure di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.