Jelang Ramadan, Tradisi Dodol Bergema Akan Kembali Digelar di Desa Penyampak
Tradisi Dodol Bergema rutin dilaksanakan setiap bulan Sya’ban sebagai penanda awal menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, mulai dari proses pembuatan dodol hingga pelaksanaan acara adat yang sarat nilai religi dan sosial.
Desa Penyampak dikenal sebagai salah satu desa di Kecamatan Tempilang yang memiliki adat istiadat unik. Dodol Bergema menjadi ciri khas desa sekaligus potensi budaya yang dapat dikembangkan sebagai agenda wisata daerah berbasis kearifan lokal.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat memfasilitasi kegiatan ini dengan anggaran sebesar Rp50 juta.
Menurut Yus Derahman, dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan acara serta memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Dodol Bergema tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM lokal sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap tradisi Dodol Bergema dapat terus dikembangkan sebagai ikon budaya daerah yang berkelanjutan, memperkuat identitas lokal, serta menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan masyarakat Bangka Barat. (**)
