Sebagai solusi, Disbudparpora berkomitmen melakukan pendampingan intensif agar Pokdarwis mampu menciptakan produk pariwisata yang bernilai jual.

“Kami dorong kawan-kawan Pokdarwis agar bisa mengemas destinasi mereka menjadi paket perjalanan wisata yang siap dijual dari hulu ke hilir,” tambahnya.

Zulfan berharap penyamaan persepsi ini menjadi “jalan pintas” yang efektif untuk memberdayakan masyarakat lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Bangka Tengah di tingkat regional maupun nasional. (**)

 

Baca Juga  Bangun Trotoar, Drainase hingga Jembatan, Ini Usulan Pemkab Bateng ke BPJN Babel