Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani mengapresiasi komitmen PT TIMAH Tbk yang telah memberikan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dalam rangka penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

“Kami berharap K3 benar-benar menjadi budaya kerja. Dengan pengetahuan dan kompetensi yang lebih baik, pekerja dapat mendeteksi potensi risiko sejak dini dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan,” ujar Elius Gani.

Ia juga berharap PT TIMAH Tbk terus menjaga konsistensi dalam melaksanakan program pelatihan khsusunya K3 untuk mencapai target zero accident di lingkungan kerja.

Baca Juga  Ratusan TI Selam di Suka Damai Kembali Kepung KIP Mitra PT Timah, Diduga Ada "Orang Besar" Jadi Backing

Manfaat pelatihan ini dirasakan langsung oleh para karyawan, khususnya mereka yang bertugas di lapangan. Seperti yang disampikan Andry Eka Saputra yang mengungkapkan bahwa pelatihan P3K sangat krusial bagi pekerja tambang.

“Pelatihan ini sangat berarti karena kondisi di lapangan menuntut kesiapsiagaan tanggap darurat yang tinggi. Jika terjadi kecelakaan, kami adalah pihak pertama yang turun menolong agar risikonya tidak berlanjut lebih fatal,” kata pria yang bertugas di Area Bangka Selatan ini.

Ia berharap pelatihan serupa seperti TOT dan tanggap darurat dapat dilaksanakan secara rutin agar seluruh personel lapangan tetap kompeten dalam melaksanakan tugas.

Sumber: Timah.com