Algafry berharap keberadaan dapur-dapur tersebut tidak hanya fokus pada perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator penggerak ekonomi kerakyatan. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan sektor pertanian dan peternakan setempat.

“Dapur MBG ini harus bermanfaat memutar ekonomi masyarakat. Bahan bakunya dapat diperoleh melalui kolaborasi dengan para peternak dan petani lokal di sekitar lokasi dapur,” imbuhnya.

Guna memastikan program berjalan lancar, Algafry meminta seluruh pengelola SPPG intens menjalin komunikasi dengan jajaran pemerintah daerah, terutama Satuan Tugas (Satgas) MBG. Hal ini dinilai penting sebagai langkah mitigasi terhadap potensi kendala di lapangan. (**)

Baca Juga  Ribuan Warga Desa Nibung Antusias Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-79 RI