Mengapa Retorika Bukan Sekadar Omong Kosong?

Oleh: Hendrawan, S.T., M.M. — Alumni Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertiba-Pangkalpinang

Seringkali kita mendengar istilah “itu cuma retorika!” sebagai sindiran untuk janji manis tanpa bukti. Padahal, dalam dunia ilmiah komunikasi, retorika adalah seni persuasi yang membantu kita menyampaikan ide agar lebih mudah diterima. Agar pesan kita tidak sekadar masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan, ada empat elemen dasar yang harus kita pahami.

  1. Sosok di Balik Pesan (Siapa Anda?)

Elemen pertama adalah “pembicara” atau “ethos”. Sebelum orang mendengarkan isi bicara anda, mereka akan menilai siapa anda. Apakah anda jujur? Apakah anda ahli di bidang tersebut?

Baca Juga  Berpuisi di Alun-alun Toboali, Era Baru Dunia Sastra Bangka Selatan

Kredibilitas adalah mata uang utama. Jika seorang dokter bicara soal kesehatan, kita cenderung percaya. Namun, jika ia bicara soal teknik mesin, kita mungkin ragu. Membangun kepercayaan dimulai dari integritas dan keahlian yang relevan.

  1. Isi Pesan yang Masuk Akal (Apa yang Dikatakan?)

Setelah orang percaya pada Anda, barulah mereka melihat “pesan” atau “logos”. Pesan yang baik harus logis dan didukung oleh fakta. Jangan hanya memberi klaim tanpa bukti.