HPSN 2026, Momentum Perkuat Peran Koperasi Desa Merah Putih di Airlimau
“Kunjungan ke Gerai Koperasi Desa Merah Putih sangat relevan dengan semangat Hari Peduli Sampah Nasional, karena koperasi bisa menjadi pusat penggerak ekonomi hijau melalui kolaborasi dengan bank sampah. Di sinilah masyarakat melihat bahwa sampah bukan lagi masalah, tetapi peluang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal dalam pengembangan koperasi. Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan berbeda yang perlu digali agar program ekonomi benar-benar tepat sasaran.
“Setiap desa punya karakteristik dan kekayaan alamnya sendiri. Peran koperasi adalah mengelola potensi itu agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi warga. Desa Air Limau, misalnya, punya potensi wisata edukasi yang sangat kuat untuk dikembangkan bersama koperasi,” tambahnya.
Ambar turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor antara aparat kewilayahan dan pemerintah desa dalam pengawasan program koperasi. Ia menilai pengawasan dan transparansi menjadi faktor penting agar manfaat koperasi dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah desa, aparat wilayah, dan masyarakat harus terus dijaga. Pengawasan ini bukan sekadar formalitas, tetapi memastikan bahwa koperasi benar-benar hadir sebagai solusi ekonomi dan pemberdayaan warga,” tegasnya.
Dalam rangkaian HPSN tersebut, rombongan juga meninjau langsung operasional Koperasi Desa Merah Putih di Desa Air Belo dan Desa Air Limau. Fokus peninjauan meliputi sistem pengelolaan sampah, mekanisme tabungan sampah warga, hingga pemanfaatan saldo untuk pembelian kebutuhan pokok di gerai koperasi.
