“Tujuan kami di KKG PJOK Wilayah II Bangka Selatan dan juga berkat support dari Dinas Pendidikan & Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kepemudaan & Olahraga Kabupaten Bangka Selatan adalah menyeimbangkan Olah Raga dan Olah Rasa. Lewat Lari 3K, kami mencari bibit atlet yang tangguh. Lewat Egrang dan Pilun, kami merawat budaya lokal agar anak-anak tidak lupa akar tradisinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa permainan tradisional mengandung filosofi mendalam yang relevan dengan pembentukan karakter generasi masa kini.

“Egrang melatih keseimbangan dan keberanian karena harus berada di ketinggian, sementara Pilun melatih ketangkasan dan strategi kelompok. Ini karakter yang dibutuhkan anak-anak masa kini. Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Kami ingin KKG PJOK Wilayah II Bangka Selatan menjadi barometer pembinaan olahraga usia dini yang tidak hanya mengejar medali, tapi juga melestarikan kearifan lokal,” tambahnya.

Baca Juga  Melepasliarkan Kukang Bangka yang Terancam Punah, Cara Kita Memahami Alam dan Lingkunganya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Ansori, S.AP., M.Si., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengaku bangga melihat energi dan semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta sejak pembukaan acara.

Menurutnya, kegiatan seperti ini layak menjadi agenda rutin tahunan karena mampu menghadirkan energi positif sekaligus membangun karakter generasi muda Bangka Selatan.

Melalui kompetisi ini, KKG PJOK Wilayah II Bangka Selatan tidak hanya menghadirkan ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran nilai-nilai sportivitas, keberanian, strategi, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Sebuah langkah nyata dalam mencetak generasi sehat, tangguh, dan berakar pada tradisi.