Triwulan IV 2025 BI Babel Catat Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh Lebih Tinggi
Hal ini terindikasi dari kembali meningkatnya pendapatan masyarakat seiring kenaikan harga pasir timah dibandingkan tahun sebelumnya, meningkatnya konsumsi masyarakat dalam rangka perayaan keagamaan yakni Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta meningkatnya pelaksanaan ibadah umrah.
“Beroperasinya SPPG juga turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Selanjutnya, kinerja positif Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 3,18% (yoy) juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hal ini tercermin dari meningkatnya kelapa sawit, pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan fasilitasi layanan publik, serta meningkatnya belanja modal untuk pengadaan mesin, kendaraan bermotor baru dan peralatan pendukung kegiatan pertambangan.
Merespon hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian berkelanjutan dapat diwujudkan dengan strategi Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) dengan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi pada sektor utama, mendorong masuknya investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal didukung dengan Gerakan Wisata Bersih, serta mendorong implementasi Asta Cita untuk mewujudkan swasembada pangan, mendorong ekosistem digital dan pemenuhan uang Rupiah hingga ke pelosok negeri, mengakselerasi UMKM masuk ke ekosistem digital dan global, serta mambangun ekosistem ekonomi syariah yang tepat.
Hal-hal tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dan taktis untuk memperkuat stabilitas, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).*
